Latest Post

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Mengatasi Batuk pada Anak

Written By Kartun Nol Tujuh on Selasa, 26 Juni 2012 | 01.21

Batuk mungkin terlihat seperti penyakit yang ringan, tapi tetap tak boleh Bunda anggap enteng, terutama jika sudah terlalu sering menyerang si kecil. Untuk mengatasi batuk pada anak, sebelumnya Bunda perlu mengenali dulu apa penyebabnya. Apakah karena asma, bronkiolitis, croup, atau sekadar influenza.

Batuk karena asma umumnya dipicu oleh alergen, seperti udara yang dingin, bulu binatang, debu, atau asap. Obat-obatan saat ini belum ada yang bisa sepenuhnya menyembuhkan asma, tapi bisa meredakan gejalanya. Karena itu, untuk mengatasi batuk pada anak yang disebabkan oleh asma, Bunda bisa memberikannya obat asma dan menjaganya dari paparan alergen. Jika asma yang diidap si kecil masih pada taraf ringan, ia masih bisa beraktivitas dengan normal. Tapi pada kasus alergi yang lebih akut, Bunda mungkin harus memeriksakan kesehatan si kecil secara rutin.

Adapun batuk karena bronkiolitis biasanya mirip dengan gejala flu biasa, yaitu dibarengi dengan pilek, bersin, dan demam. Namun, biasanya kondisi ini berlanjut hingga lebih dari seminggu. Penyebabnya adalah infeksi virus pada bronchioles—saluran udara kecil pada paru-paru. Dalam keadaan meradang, saluran-saluran ini akan dipenuhi lendir sehingga mengganggu jalur pernapasan si kecil. Cara mengatasi batuk pada anak yang disebabkan oleh bronkiolitis adalah dengan memberi minum banyak-banyak untuk meluruhkan lendir tersebut.

Lain halnya dengan batuk sesak (croup), yang biasanya diiringi suara melengking. Meskipun jarang dibarengi dengan demam, batuk jenis ini seringkali mengganggu tidur si kecil di malam hari. Penyebabnya adalah pembengkakan pada pita suara di pangkal tenggorokan dan batang tenggorokan akibat virus pernapasan. Untuk mengatasi batuk pada anak akibat croup, Bunda bisa membukakan jendela atau menyalakan pelembap udara (humidifier) agar si kecil bisa bernapas dengan udara yang lebih segar.

Kemudian, untuk mengatasi batuk pada anak yang disebabkan oleh influenza, Bunda bisa menggunakan obat tetes hidung atau alat penyedot khusus jika si kecil belum bisa membuang lendir yang menyumbat hidungnya. Tapi untuk anak di atas usia 2 tahun, Bunda bisa memberinya obat dekongestan. Jika batuk dan pilek masih berlangsung hingga memasuki hari ke-10, barulah Bunda memeriksakan si kecil ke dokter untuk memastikan bahwa ia tak mengidap sinusitis.

Sebagai alternatif penyembuhan, Bunda juga bisa menggunakan madu yang khasiatnya sudah diakui para dokter. Selain lebih aman untuk mengatasi batuk pada anak, madu juga lebih efektif daripada dextromethorphan—kandungan utama dalam obat batuk. Namun, sebaiknya madu jangan diberikan pada bayi di bawah satu tahun untuk menghindari risiko botulisme atau keracunan.

Cara Alami Mengatasi Panas Pada Anak

Sebagai orang tua kita tentu harus menjaga kesehatan anak. Berikut ini ada beberapa cara alami untuk mengatasi panas pada anak yang bisa Sahabat terapkan jika suatu saat menghadapi situasi anak panas seperti yang saya alami beberapa waktu lalu. Anak pertama mengalami panas tinggi.

CARA PERTAMA

1. Campuran irisan bawang merah dengan minyak kelapa.

2. Balur seluruh tubuh anak, kepala, dahi, leher, dada, punggung, tangan hingga telapak kakinya dengan campuran tadi.

CARA KEDUA (PAKAI SALAH SATU TIP DI BAWAH)


1. Campuran minyak tawon + irisan bawang merah, atau

2. Diberi perasan kunyit murni (tanpa air) + madu, atau
3. Campuran air asam jawa (asam jawa diremet pakai air hangat), atau
4. Minum jus mangga, atau
5. Sering-seringnya anak dibasuh/kompres dengan air suam-suam kuku, bahkan dimandikan juga boleh (dengan air hangat tentunya). Lalu dipakaikan baju tipis.

CARA KETIGA


Pelukan dan belaian ibu. Rangkulan yang erat sang ibu selain membuat anak merasa nyaman (apalagi diiringi lagu kesukaan anak), juga sedikit banyak dapat membuat panas anak akan tersalur ke badan ibu, sehingga bisa mengurangi suhu panas anak.


OK Sahabat, itu tadi beberapa 
cara alami untuk mengatasi panas pada anak semoga bermanfaat. Ingat jaga makanan anak-anak kita. Jangan biarkan jajan sembarangan.

Pencegahan Dan Pengobatan Racun Tomcat

Tomcat adalah serangga kecil yang perlu diwaspadai. Pasalnya, binatang termasuk golongan kumbang ini meski tidak menyengat atau tidak menggigit, namun dapat mengeluarkan toksin atau racun bila bersentuhan dengan kulit manusia.

Tomcat disinyalir memiliki racun yang dikenali dengan nama “Aederin”: (C24 H43 09). Cairan ini dikatakan 12 kali lebih mematikan dari bisa ular kobra.

Racun tomcat bisa mencemar secara tidak langsung bila manusia bersentuhan dengan benda lain yang tercemar racun tomcat. Itu sebabnya serangga kecil ini harus diwaspadai.

Berikut cara pencegahan dan pengobatan racun tomcat:
 

- Tomcat sangat senang dengan terang cahaya lampu, sebaiknya bila malam hari minimalkan penggunaan lampu agar tidak mengundang tomcat.
- Untuk membasmi tomcat dapat dengan cara semprotkan aerosol atau pestisida organik dari campuran laos, sereh dan daun mamba. 
- Bila ada binatang apapun yang hinggap di kulit, usahakan jangan mematikannya di tubuh.
- Jika kulit mengalami kontak langsung dengan tomcat, kulit akan merasa terbakar yang kemudian timbul kemerahan pada kulit, bila dibiarkan, dalam beberapa hari di bagian tengah akan muncul nanah.
- Jangan menggaruk luka, karena racunnya dapat berpindah ke bagian lain kulit lewat cairan di luka.
- Segera cuci dengan air sabun bagian kulit yang mengalami kontak dengan tomcat.
- Apabila terjadi reaksi pada kulit, cuci dengan antiseptik ringan atau antibiotic neomycin sulfat 5%.
- Apabila infeksi berlanjut segera pergi kedokter.

MANFAAT MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN

Kita harus tahu tentang manfaat menjaga kebersihan lingkungan, karena menjaga kebersihan lingkungan sangatlah berguna untuk kita semua karena dapat menciptakan kehidupan yang aman, bersih, sejuk dan sehat.
      Manfaat menjaga kebersihan lingkungan antara lain:
1. Terhindar dari penyakit yang disebabkan lingkungan yang tidak sehat.
2. Lingkungan menjadi lebih sejuk.
3. Bebas dari polusi udara.
4. Air menjadi lebih bersih dan aman untuk di minum.
5. Lebih tenang dalam menjalankan aktifitas sehari hari.
     Masih banyak lagi manfaat menjaga kebersihan lingkungan, maka dari itu kita harus menyadari akan pentingnya kebersihan lingkungan mulai dari rumah kita sendiri misalnya rajin menyapu halaman rumah, rajin membersihkan selokan rumah kita, membuang sampah pada tempatnya, pokoknya masih banyak lagi.
     Lingkungan akan lebih baik jika semua orang sadar dan bertanggungjawab akan kebersihan lingkungan, karena hal itu harus ditanamkan sejak dini, di sekolah pun kita diajarkan untuk selalu hidup bersih.
     Di agama islam pun kita di ajarkan untuk selalu hidup bersih, karena kebersihan adalah sebagaian dari iman.

Gejala DBD

Written By Kartun Nol Tujuh on Senin, 25 Juni 2012 | 22.43

Pada musim  hujan banyak penyakit bermunculan. Salah satu yang patut kita waspadai dan paling banyak mewabah adalah demam berdarah dengue ( DBD ) atau Dengue Hemorrahagic Fever  (DHF). DBD ini termasuk penyakit akut yang disebabkan oleh salah satu virus dari kelompok Flafivirus yang memiliki 4 serotipe berbeda yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Virus dengue ini dibawah melalui nyamuk Aedes aegypti dan menulari manusia melalui gigitannya dan akibat infeksi virus tersebut menimbulkan bermacam-macam gejala seperti asymtomatis, mild undifferentiated febrile illnes, dengue fever ( demam dengue ), dengue shock syndrome ( DSS ), dengue dan haemorrhagic fever ( DHF-DBD )

GEJALA DEMAM BERDARAH | PENYAKIT DEMAM BERDARAH

Infeksi virus dengue menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari sindroma virus non spesifik sampai pendarahan fatal  biasanya disertai gejala umum seperti demam, sakit kepala, batuk, pilek, mual, muntah, nyeri tenggorakan, nyeri perut, nyeri otot atau tulang, diare, kejang hingga kesadaran menurun

Gejala-gejala tersebut juga dijumpai pada berbagai penyakit infeksi virus atau infeksi bakteri lain yang menyerang rubuh. Maka untuk memastikan diagnosa demam berdarah dengue , WHO (World Health Organization) mengeluarkan kriteria khusus bahwa diagnosis DBD hanya dibuat berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium trombosit dan hematokrit,

Gejala spesifiknya sebagai berikut
Hingga saat ini pengobatan khusus untuk membasmi infeksi virus DBD belum ditemukan. Pengobatan hanya ditujukan untuk mengatasi efek yang ditimbulkan oleh virus seperti demam, kebocoran pembuluh darah, turunnya tekanan darah dan lain-lain. Virus sendiri diharapkan akan diatasi oleh daya tahan tubuh (imunitas) tubuh kita.

Penyakit demam berdarah dengue ini biasanya menyerang anak-anak, tapi saat ini dapat menyerang tanpa mengenal golongan usia, semua golongan umur bisa mengalaminya dan yang jelas penyakit ini dapat datang sewaktu-waktu, untuk itu sudah selayaknya kita harus selalu waspada terhadap tanda-tanda penyakit demam berdarah terlebih lagi karena penyebaran nyamuk Aedes Aegypti ini sudah menyebar ke seluruh pelosok indonesia yang termasuk daerah tropis, dan muncul pada musim penghujan. Virus ini muncul akibat pengaruh musim / alam serta perilaku manusia
Waspadalah, untuk itu persiapkan selalu agar daya tahan tubuh dalam kondisi prima agar dapat menjadi benteng pertahanan dalam menghadapi segala serangan organisme penyebab   penyakit yang mengancam kesehatan kita seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur . .. semoga bermanfaat
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. RUKUN WARGA 07 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger